pages

yes,I am.

Foto saya
Tangerang, Tangerang, Indonesia
active women who have hopes and dreams of millions who will later come true.

my blog archives

Sabtu, 15 Maret 2014

SEBERKAS CAHAYA TERABAIKAN

"fik, gue punya puisi. menurut lo bagus gak?" kata dia lewat percakapan direct message.
kalau menurut kalian?



SEBERKAS CAHAYA TERABAIKAN

by: Bimo Fikri W

“ Aku ingin menjadi pelangi yang selalu hadir setelah badai datang. Aku ingin menjadi seekor kunang-kunang yang selalu berkerlap-kerlip diantara kegelapan. Aku ingin menjadi lilin yang menerangi sekitarnya tanpa memperdulikan dirinya sendiri dan aku ingin menjadi bintang-bintang dilangit yang selalu menghiasi langit malam meskipun terkadang tertutup awan gelap”

   Aku selalu menganggap bahwa diriku tidak berguna. Diantara mereka, aku hanya bisa terdiam melihat tingkah laku mereka yang begitu mengesankan. Aku bagaikan sebuah lilin diantara lampu-lampu taman yang indah dan terang.

   Suatu hari aku melihat seorang wanita yang sangat mempesona. Namun, lagi-lagi aku tersadar bahwa aku hanyalah seorang yang pendiam dan selalu berada dibalik tembok kehidupan. Aku hanya bermain-main didalam mimpi yang mungkin tidak akan terwujud nyata.

   Alangkah bahagiannya diriku bila berkesempatan untuk berbincang-bincang dengannya, namun itu semua hanyalah sekenario khayalan untuk sekedar menghibur hati ini.
   Seandainya aku bisa berubah untuk menjadi seekor harimau buas yang bisa menguasai segalanya. Atau mungkin menjadi seekor burung merak dengan segala keindahannya menarik perhatian mereka semua agar aku diakui.

   Aku melihat seorang pria dengan segala keterbatasannya berhasil menarik perhatian mereka semua dengan tingkah laku konyol yang terlihat mengganggu namun bisa menghibur. Tawa-tawa kecil terdengar dari mulut mereka yang berada didekatnya.

   Aku pun berteman dengannya dan mulai melakukan hal-hal diatas normal bersama, hingga suatu saat aku bisa berkenalan dengan wanita yang aku idam-idamkan.

   Selly, itulah yang terdengar dari mulutnya ketika pertama kali ku tanyakan namanya. Nama yang sederhana namun sungguh mempesona, membuatku sungguh ingin memilikinya. Namun, itu semua hanya angan-angan saja bagaikan matahari bertemu bulan.

   Sekedar itu saja sudah membuatku mabuk kepayang. Semua dunia ku berubah dari hitam kelabu menjadi warna-warna pelangi yang menghiasi langit dikala badai berlalu.

   Seandainya dia adalah mawar aku tidak berharap menjadi kumbang yang menawan, menjadi durinya saja sudah cukup bagiku. Meskipun terkadang dibenci dan diabaikan karena mengganggu keindahan mawar namun aku bisa melindunginya dari tangan-tangan usil yang mencoba mangganggunya.

   Namun itu semua hanyalah mimpi dimalam hari. Andai saja kehidupan ini bagaikan mimpi yang bisa dikendalikan dengan pikiran saja.

   Bagaikan suatu semburan pembangkit kehidupan. Tingkah laku kucing-kucing rumahan membuat ku tersadar bahwa diam saja tidak akan menghasilkan apa-apa. Kucoba tanyakan ini semua dengan bayang-bayang didalam sebuah cermin.

   Bagaikan melihat sebuah titik terang dalam diri seorang pecundang. Aku mencoba bangkit dari kepalsuan dan mulai berekspresi. Bahwa hidup ini untuk kebebasan. Lakukanlah apa yang kalian suka dan sukailah apa yang kalian lakukan.

   Tekat bulat sudah dalam genggaman, tinggal menunggu tanda-tanda tuhan memberikan lampu hijau. Ini semua bagaikan ilusi, aku mampu merasakan dia ada disisi, kuhampiri dia dan mencoba menyatakannya.

   Ia terlihat senang dan mungkin ia suka padaku. Tapi apakah mungkin? Kurasa tidak. Setidaknya dia sudah mulai membalas semua percakapanku. Hingga suatu hari kuungkapkan semua rasa cinta ku kepadanya. Namun sayang seribu sayang dia tidak membalas rasa cintaku yang dalam ini.

   Mungkin itu terdengar berlebihan namun memang itu adanya. Aku sudah muak dengan mereka yang senang menggunakan topeng didalam kehidupannya karena secara tidak langsung mereka bangga dengan dirinya yang lain. Itu bukan hidup tapi hanyalah seonggok tubuh boneka tali.

   akhir dari semua ini merupakan sesuatu yang tidak aku inginkan, bukan bermaksud sok bijak tapi itulah yang terjadi dan ya sudahlah tampaknya dia lebih nyaman dengan keadaan yang tidak dibuat-buat ini. bagaikan menari diatas perih yang mulai mengering, keras dan sedikit berlendir.

   Aku ingin sekali bermain drama denganmu. Engkau cukup berpura-pura mencintaiku sampai suatu saat nanti engkau lupa bahwa sedang berpura-pura.

   Tapi itu semua tidak mungkin terwujud nyata. Seekor tikus menjalin cinta dengan seekor kucing persia.

   Aku berjalan menjauhi cahaya putih yang penuh kepalsuan tadi hingga sampailah aku disebuah persimpangan dengan banyak orang lalu lalang di depan perkantoran yang mulai kehilangan rasa merasanya. 

   Memandang ke arah sunset juga salah satu yang nikmat dilakukan sambil bersandar di pohon tengah padang rumput. Tiba tiba telefon berbunyi dan tiada jawaban dari siapapun. hanya ada suara gemericik air yang mengintai.

   Sejujurnya aku risih dengan semuanya dan alangkah baiknya jika semua ini berhenti tapi tausahlah dipusingkan karena apa yang sudah berlalu itu adalah sebuah momentum yang harus dilewati tanpa rasa takut sama sekali. bagaikan pasir dan parasit semua punya kesinambungan dan hubungan yang erat.

   Aku melanjutkan kehidupan mencoba bermain kembali didunia yang hina dan fana ini. Mecoba melupakan semua tentang selly dan seluk beluk kehidupannya hingga akhirnya aku sampai disebuah tempat yang belum pernah kusinggahi selama ini.

   Disini semua orang apa adanya. Wajah mereka tidak dihiasi topeng biadab yang pernah kulihat. Mungkin inilah yang mereka sebut kehidupan dimana orang-orang melakukan hal yang mereka suka dan mereka menyukai apa yang mereka lakukan. Persetan dengan semua orang yang tidak suka. Kita semua mempunyai kehidupannya masing-masing dan memiliki alur cerita dan ending yang berbeda pula dimana kebahagiaan memiliki arti yang berbeda.

   Cinta cinta dan cinta. Sebuah kata yang sederhana namun mempunyai banyak arti. Aku telah bodoh dipermainkan dengan kata cinta. Seakan-akan cinta adalah segalanya.

   Namun bukanlah kehidupan namanya kalau tidak memiliki cobaan dan setiap cobaan harus dihadapi agar kita bisa bangkit. Kesalahan selalu saja menghampiri dan memang kita harus salah untuk mengungkapkan kebenaran-kebenaran lainnya.

   Bagaikan dejavu, selly kembali membawa maaf. Maaf? Empat kata memang bisa membalas rasa yang berbagai macam adanya yang pernah membuat hidup ini menjadi lebih dari sekedar bernafas.

   Coba saja pecahkan sebuah piring kaca dan katakan maaf kepadanya, apakah piring tersebut bisa kembali utuh lagi? Mustahil. Ini semua lebih dari maaf bung.

   Ingin sekali rasanya berlari dari kenyataan mendengar pengulangan kata maaf yang mulai mendoktrin pikiran ini. Kecewa adalah kata yang cocok untuk menggambarkan semuannya.

   Dan aku mulai memikirkan walau hanya sekejap, perasaan yang tidak bisa hilang dalam semalam tapi bisa rusak dalam hitungan jam. bisa bisanya semua ini bergerak dalam arus dimensional yang tajam dan tak terpecahkan, bagaikan sorak-sorak bergembira di pantai yang usang.

   Aku kembali menghampirinya dan mencoba menerima maaf darinya. Aku mencoba mencari arti dari semua kejadian dan ternyata benar semua ada hikmahnya.

   Aku mulai tersadar meskipun sebuah lilin tidak seterang cahaya lampu, setidaknya sebuah lilin mampu menerangi sekitarnya dikala listik padam dan sebuah lilin tidak pernah mengeluh, meskipun dirinya bisa habis terbakar namun ia masih bertahan menyala untuk menerangi.

   Aku juga belajar banyak dari kunang-kunang. Meskipun mereka kecil dan terlihat lemah dimalam hari namun cahayanya mampu membuat malam gelap menjadi malam yang indah yang mampu menarik hati sepasang mata.

   Dan aku selalu ingin menjadi pelangi. Ia tetap terlihat indah meskipun ada diantara awan kelabu.
   Aku dan selly mungkin belum menjadi kami. Tapi suatu hari nanti dari bisu yang mendalam akan tercipta keromantisan yang harmonis.


   Ini adalah akhir dari sebuah cerita dimana tarikan nafas kini lebih berarti, bukan berarti sebelumnya seperti menyetrum dan tidak masuk akal. kaitannya dengan persoalan yang dihati, tidak adanya tindak lanjut dari sang maha kuasa atas apa yang sudah menderita dan diderita. mungkin beliau masih menunggu saat yang tepat untuk mulai menyekat-nyekat siapa saja yang bisa ada dan tidak ada dalam waktu dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar